Selasa, 17 September 2013

Kajian Ilmiah: Paradigma Ikhlas



Pernah tidak kita berpikir tentang makna dari ikhlas?. Banyak orang mengatakan bahwasanya ikhlas adalah rasa tidak mengharapkan balasan ataupun imbalan dari siapapun  ketika kita telah melakukan suatu kebaikan kepada orang lain. Apakah salah ketika kita mengharapkan pahala dari Allah SWT ketika kita telah melaksankan segala perintah-Nya?. Apakah ketika kita  mengharapkan surga berarti kita tidak ikhlas dalam melaksanakan perintah-Nya?
Sebelum membahasnya lebih jauh, mari kita tinjau maknanya.
Secara terminologi:
Ikhlas adalah bersih hati atau tulus hati. (Kamus Besar Indonesia)

1.       Tinjauan Al Qur’an:
Dalam Qs. Al Hadid (57):21, Allah berfirman yang artinya:
“Berlombal-lombalah kamu untuk mendapatkan ampunan dari Tuhanmu dan surga yang luasnya seluas langit dan bumi, yang disediakan bagi orang-orang yang beriman kepada Allah dan rasul-rasul-Nya. Itulahkarunia Allah, yang diberikan kepada siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah mempunyai karunia yang besar.”
Dari ayat diatas terlihat sekali bahwasanya mengharapkan surga bukanlah suatu hal yang keliru. Justru Allah memerintahkan umat muslim untuk berlomba-lomba mendapatkannya.

2.       Tinjauan Logika:
                Analoginya, jikalau disebutkan bahwasanya mengharapkan surga dalam menjalankan perintahNya adalah suatu hal yang tidak benar. Hal itu sama seperti kita dilarang mengharapkan gaji dalam pekerjaan kita. Padahal satu;satunya motivasi kita untuk bekerja adalah untuk mendapatkan gaji dan dari gaji tersebut kiita dapat menghidupi diri kita sendiri, keluarga, dan orang banyak.
                Hal diatas sama halnya dengan surga. Justru Allah ‘memunculkan ide’ surga dan neraka sebagai sistem reward and punishment agar menusia senantiasa termotivasi untuk menjalankan perintah dan menjauhi laranganNya. Karena Allah menciptakan manusia mempunyai fitrah yang selalu menginginkan kebahagiaan. Bayangkan ketika Allah tidak menggunakan strategi reward and punishment, bisa saya pastikan manusia akan bertindak semaunya. Melakukan kerusakan dan manusia tidak menggubris perintah Allah. Hal itu sangatlah logis, karena untuk apa kita menjalankan perintahNya jikalau ketika kita tidak menjalankan perintahNya kita tidak akan merugi dan begitupun sebaliknya.
Dari kedua tinjauan diatas, dapat saya simpulkan bahwa mengharapkan  pahala dan mengharapkan surga bukan berarti kita tidak Ikhlas dam menjalankan peritah Allah SWT.

0 komentar:

Posting Komentar

Apakah postingan ini bermanfaat?

 
Copyright TRUTH LOVER 2009. Powered by Blogger.Designed by Ezwpthemes .
Converted To Blogger Template by Anshul .