Pernah tidak
kita berpikir tentang makna dari ikhlas?. Banyak orang mengatakan bahwasanya
ikhlas adalah rasa tidak mengharapkan balasan ataupun imbalan dari
siapapun ketika kita telah melakukan
suatu kebaikan kepada orang lain. Apakah salah ketika kita mengharapkan pahala
dari Allah SWT ketika kita telah melaksankan segala perintah-Nya?. Apakah
ketika kita mengharapkan surga berarti
kita tidak ikhlas dalam melaksanakan perintah-Nya?
Sebelum membahasnya lebih jauh, mari kita tinjau maknanya.
Secara terminologi:
Ikhlas adalah bersih hati atau tulus hati. (Kamus Besar Indonesia)
1. Tinjauan Al Qur’an:
Dalam Qs. Al Hadid
(57):21, Allah berfirman yang artinya:
“Berlombal-lombalah kamu untuk mendapatkan ampunan dari Tuhanmu dan surga yang luasnya seluas langit dan bumi, yang disediakan bagi orang-orang yang beriman kepada Allah dan rasul-rasul-Nya. Itulahkarunia Allah, yang diberikan kepada siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah mempunyai karunia yang besar.”
Dari ayat diatas terlihat sekali bahwasanya mengharapkan surga bukanlah suatu hal yang keliru. Justru Allah memerintahkan umat muslim untuk berlomba-lomba mendapatkannya.
“Berlombal-lombalah kamu untuk mendapatkan ampunan dari Tuhanmu dan surga yang luasnya seluas langit dan bumi, yang disediakan bagi orang-orang yang beriman kepada Allah dan rasul-rasul-Nya. Itulahkarunia Allah, yang diberikan kepada siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah mempunyai karunia yang besar.”
Dari ayat diatas terlihat sekali bahwasanya mengharapkan surga bukanlah suatu hal yang keliru. Justru Allah memerintahkan umat muslim untuk berlomba-lomba mendapatkannya.
2.
Tinjauan Logika:
Analoginya,
jikalau disebutkan bahwasanya mengharapkan surga dalam menjalankan perintahNya
adalah suatu hal yang tidak benar. Hal itu sama seperti kita dilarang
mengharapkan gaji dalam pekerjaan kita. Padahal satu;satunya motivasi kita
untuk bekerja adalah untuk mendapatkan gaji dan dari gaji tersebut kiita dapat
menghidupi diri kita sendiri, keluarga, dan orang banyak.
Hal
diatas sama halnya dengan surga. Justru Allah ‘memunculkan ide’ surga dan
neraka sebagai sistem reward and punishment
agar menusia senantiasa termotivasi untuk menjalankan perintah dan menjauhi
laranganNya. Karena Allah menciptakan manusia mempunyai fitrah yang selalu
menginginkan kebahagiaan. Bayangkan ketika Allah tidak menggunakan strategi reward and punishment, bisa saya
pastikan manusia akan bertindak semaunya. Melakukan kerusakan dan manusia tidak
menggubris perintah Allah. Hal itu sangatlah logis, karena untuk apa kita
menjalankan perintahNya jikalau ketika kita tidak menjalankan perintahNya kita
tidak akan merugi dan begitupun sebaliknya.
Dari kedua tinjauan diatas, dapat saya
simpulkan bahwa mengharapkan pahala dan
mengharapkan surga bukan berarti kita tidak Ikhlas dam menjalankan peritah
Allah SWT.

0 komentar:
Posting Komentar